Selamat Datang Di Kota Batik Pekalongan.Portal Penulis Pekalongan Dan Sekitarnya.Sahabat Media Juga Dapat Mengirimkan Informasi Sekitar Pekalongan Melalui Email : dhimashr@gmail.com Atau Sms Online Di 0815 480 92192***###########***Swanten Qustique Lagi Nyari Singer Cewe Yang Suka Banget Ma Lagu2nya Nicky Astrea. Yang Merasa Punya Hoby Nge Rock Dengan Bit Bit Slow Silahkan Persiapkan Mental Buat Gabung Bareng Kita Yaaak. Wilayah Comal Bojong Sragi Diutamakan Untuk Mempermudah Jarak Tempuh.SMS Dulu Juga Boleh......

Sunday, 8 August 2010

CerPen_Gerimis

0 comments
Gerimis

PromediaStory's_Dia diam. Hanya badannya yang bersandar di tembok sesekali terguncang pelan. Ada danau menggenangi matanya. Ya, dia menangis diam-diam. Sudah hampir dua jam aku merayunya berbicara. Namun, seberapa kalimat yang meluncur dari bibirku, selama itu pula ia memilih tak berbicara. Jujur aku bingung. Bibir mungilnya yag terbiasa ramai oleh bunyi kini terbungkam rapat tanpa suara. “Berceritalah..!” pintaku. Tetap tak tersahuti. “Katakan di pucuk pohon mana kau menginginkan kita bercinta?” tanyaku menggodanya.

Mendengar kalimat itu, sebentar matanya menantang mataku. tapi, hanya sebentar. Kami memang tak pernah benar-benar berani bercinta.  setumpuk  firman  dalam kitab suci masih cukup untuk menakut-nakuti  kami berdua bila melakukannya. Sederet  nilai  seolah menjadi jangkar  yang memberati pikiran untuk meyakini bahwa hal kayak gitu mah biasa.. Bercinta di atas pohon tertinggi adalah imajinasi terliar yang pernah kami obrolkan. Hahaha, sungguh diskusi dua orang penakut.

Dia masih saja diam.
Sementara di luar, gerimis mulai turun. Sesekali tempias airnya masuk melewati lubang jendela kamarku yang tak tertutup rapat. Kulirik jam dinding, sudah pukul 17.13 WIB.  Beberapa jam sudah berlalu sejak ia datang dalam diam. Aku sudah mulai kelelahan merayunya berbicara. Aku pun sudah hampir kehilangan kalimat-kalimatku sendiri. Aku mulai… tiba-tiba saja dia berbicara “Aku hamil…tidak denganmu. tapi orang lain” di luar masih saja gerimis

Sebuah pesan singkat tiba2 muncul dalam inbox HP-ku.
"Kutunggu di taman yang dulu, jam lima sore ini. Salam. Alana"
Aku masih tak percaya. Kuulangi sekali lagi membacanya. Masih sama. Tak ada satu pun huruf yang berubah.Tanpa bermaksud merendahkan kemampuan teknologi aku mencoba mengamankan perasaanku dengan berusaha tak percaya. Bagaimana mungkin Alana tiba-tiba muncul lagi dalam kehidupanku.

Telah delapan tahun aku mencoba mengubur segala ingatan tentangnya. Let the dead is dead. Yang mati biarlah mati. Aku berusaha kembali menekuri pekerjaanku yang nyaris terancam deadline. Tinggal satu halaman saja, maka aku bisa menyetorkannya pada redaktur sore ini juga.Tak terlampau susah buatku untuk menyelesaikannya. Semua sudah ada di kepala.Sedetik, dua detik, semenit, merambat satu jam.Tanganku tiba-tiba terasa tak bisa bergerak. Dua puluh enam simbol alphabet ditambah 10 angka dan ikon-ikon lain dalam tuts keyboardku seolah hilang arti. Bahkan tiba-tiba 17 inch layar monitor di depanku langsung menjelma dirinya. A L A N A...Ah, pesan yang dikirimnya sore ini tak kusadar telah mendera batin.

Ingatan kembali tentangnya kurasa bagai pukulan emosional yang nyaris tak terlawan.Mungkin seperti ini rasanya ketika Superman bertemu hijau batu krypton?Arrgghh...mengapa aku masih saja seperti ini.Alana adalah kosong.Nama dan bayangannya telah kubunuh bertahun-tahun lalu.Aku memang telah memaafkan segala pengkhianatannya. Walau sangat berat aku berusaha menaruh egoku di koordinat terbawah waktu itu.Ia hamil dengan orang lain. Ia tak pernah mau pernah mau bercerita siapa lelaki itu. Bahkan, sampai akhirnya ia pergi menghilang aku tetap tak mampu marah.Pergilah dengan semua cinta yang kau punya. Biarkan aku berjalan semampunya dengan mengumpulkan sisa-sisa patahannya. Getirku sudah lenyap. Sebab, kegetiran yang bertumpuk-tumpuk tak akan terasa lagi sebagai kegetiran. Ia hanya akan menjadi rasa yang biasa.Sudah jam lima lebih lima menit. Jika harus datang menemui Alana sore ini aku telah terlambat. Aku tak peduli. Ruang dan waktu hanyalah buatan manusia. Sementara rasaku adalah adikarya Tuhan yang bahkan tak diberikan-Nya kepada malaikat sekalipun.Tak sampai sepuluh menit aku telah tiba di taman.

Taman akasia tempat kami dulu sering menghabiskan hari. Aku berjalan menuju bangku kosong di bawah pohon akasia terbesar di pojok kiri taman. Tempat duduk favorit kami. Aku duduk sendirian. Alana belum datang.Alana bukan lagi kosong.Sore ini ia berubah wujud menjadi teka-teki silang buatku.Pertanyaan demi pertanyaan muncul tanpa jawaban.
Apa kabarnya?

Apakah yang diinginkannya dariku sore ini?
Masih kah wajahnya yang tirus membius itu mampu memompa adrenalinku?
Entahlah...Sedetik, dua detik, semenit merambat satu jam. Alana belum juga datang.satu jam, dua jam, tiga jam. Alana belum juga hadir melegakan penantianku.Gerimis mulai turun menemani malam yang semakin menua.Sudah lima jam aku menunggu di bangku taman ini.Sendiri.Akhirnya aku berdiri.Berjalan menerobos gerimis.Meninggalkan kosong, menuju pasti.Walau malam gerimis.

Seseorang tiba-tiba menepuk pundakku pelan.
“Mari kita pulang. Biarkan dia istirahat dengan tenang”.
Aku menoleh, lalu mengangguk.
“Bukan hanya kamu yang merasa kehilangan. Tapi, sudahlah. Dia telah memilih jalannya sendiri,” ujar ayah Alana sambil tetap memegangi pundakku.

Aku berdiri, kemudian mengiringinya meninggalkan pekuburan tempat Alana baru saja ditanam.Belum genap lima meter berjalan memunggungi kuburan, aku sudah diburu rindu. Kusempatkan lagi menengok gundukan tanah basah tempatnya menjalani tidur panjang tanpa mimpi.Tiba-tiba saja aroma kamboja meruap. Lembut. Dalam sedetik seluruh pekuburan menjelma putih kapas.Aku tergeragap. Ah, malaikat memang tak pernah mau hadir terlambat. Ia selalu datang dan beruluk salam pada penghuni baru, tepat setelah langkah ketujuh pelayat terakhir meninggalkan makam. 

Daun-daun akasia yang berwarna kuning banyak berjatuhan.
Ia seolah mengabarkan kelelahan bertahan menghadapi kemarau yang membakar dan tak putus-putus.
Senja ini aku duduk sendiri di bangku taman akasia.

Satu demi satu kubuka tiap lembar halaman buku harian Alana.“Sebelum masuk rumah sakit jiwa Alana tak sekecap pun mau berbicara. Dia hanya menulis. Rupanya ada banyak hal yang ingin disampaikannya kepadamu. Ambillah! Kamu lebih berhak untuk menyimpannya,” ujar mama Alana ketika aku mampir ke rumahnya seusai pemakaman.Membaca buku harian Alana membuat kesedihan tumpah ruah.

Sumber : CerPen.Net

CerPen_Kekuatan Cinta

0 comments
Kekuatan Cinta_Oleh Mintho

PromediaStory's_Aku adalah seorang wanita dengan segala kelemahan aku..dan seorang anak yang sayang pada kedua orang tua ku.. kenapa harus ada pilihan antara kau atau keluarga ku.. " tuhan...kenapa kau berikan aku pilihan yang begitu menyakitkan... apa aku harus memilih dia..lelaki yang amat sangat aku sayangi..dan yang selalu memberi aku kasih sayang ... tapi aku harus mengkhianati pengorbanan orang tua ku terutama ibuku..yang selalu sabar mendoakan aku,... tuhan...kenapa pilihan ini begitu berat, sakit, aku tak berdaya... dan aku pun bersimpuh diatas sajadah....mata lebam..pikiran menerawang.. ya Dina harus memilih..dan ini pilahan yang menyakitkan untuk anak seusia nya..karna dia baru menginjak masa remaja...  Dina pun mengambil ponsel nya dan menelpon lelaki yang amat dia sayang... 

" Wendy..aku mau ketemu...di tempat biasa besok..' tiba lah hari itu,dimana dunia terasa berhenti..jantung rasa nya copot,separuh hati sudah hancur....satya pun datang... ada apa din, kenapa kamu gak sekolah......? maafin aku Wen..., maafin aku..maafin aku kita harus pisah aku gak mau kamu kenapa-napa..aku gak mau hidup kamu berantakan,karna aku.. semalam papah memberi ku pilihan kamu atau keluarga ku ...jika aku memilih mu papah akan bercerai dengan mamah...aku harus gimana wendy..dan papah pun mengancam kamu dan keluargamu tak akan di biarkan bahagia... kenapa..kenapa papah km bisa semarah itu..?..awal nya papah gak melarang untuk kita dekat...... ada beberapa anak buah papah yang bilang kalo kamu masih menggunakan narkoba.. jawab wendy..bener itu..jawab liat mata aku...kamu tau kan papah orang terpandang disini..dan papah yang selalu memerangi narkoba disini..sekarang aku..aku harus berhubungan dengan pecanda seperti kamu..itu yang membuat papah marah ... jawab wendy..kenapa diam..liat aku...kamu sayang kan sama aku... ' ya ..aku memang pecandu aku pernah bilangkan sama kmu.. dan aku sekarang berusaha untuk sembuh karna aku dapat semangat dari kamu..maaf..maaf... dina ... tolong aku wendy..aku sayang kamu..dan aku tau kamu pasti akan berubah bukan saja untuk aku tapi untuk masa depan kamu... dina..aku sayang kamu..lebih dari nyawaku..masa depan kamu masih panjang, aku gak mau merusak nya ini adalah hasil dari perbuatan aku dan aku harus siap..dina lupakan aku..kejar cita-cita mu kembali pada orang tua mu..aku janji..aku akan jemput kamu berama segala cita-cita kita berdua dan untuk kebahagian kita..... dengan rasa cintanya yang dalam wendy mengantar dina pulang..ia tak takut sedikit pun dengan apa yang akan terjadi nanti... ...tiba dirumah dina...wendy menemui papah dina..dengan nada yang keras papah dina memanggil anak buah nya untuk mengusir wendy... wendy pun berkata 

"omm..saya sayang pada dina..makanya saya berani menghadap om, saya gak mau merusak masa depan dina..karna saya tau om sangat sayang sama dina...saya janji om saya akan buktikan kalo saya akan menjadi seseorang yang om mau..dan dina mau...baiklah,om tunggu janji itu,jawab paph dina dengan datar wendy pun pergi..begitu saja...dengan hatinya yang sakit dan tekad yang kuat untuk menepati janji nya pada dina dan papah nya... sudah 2 bulan berlalu tak ada kabar dari wendy..ponselnya pun tak bisa di hubungi...hati dina cemas..kalut ..  5 bulan ..hingga 2 tahun berlalu... mesti terlihat dina sudah melupakan semua nya..tapi tidak dalam hati kecil nya ..sosok wendy tetap ada...hingga 3 tahun berlalu ..kini dina adalah seorang mahasiswi..tiba-tiba..ada sms..

" hai dina apa kabar , aku tau kamu baik-baik saja ..dan aku sekarang di kampus kamu..aku tunggu kamu di parkiran campus..dekat kantin... dina pun bingung dan ia pun bergegas untuk pergi ketempat itu... wajah dina pucat,senyum nya pecah, butiran air matapun tumpah di pipi nya..ia berlari ketempat dimana sesorang yang selama ini dia rindukan itu bediri..dan menyambutnya dengan pelukan hangat... wendy....a..a..apa kabar..dengan terbata-bata dina bicara,,kamu kemana aja..kamu ada dimana..kenapa tidak pernah menghubungi aku..apa salah aku...? 

Semua petanyaan yang selama ini ada di otak dina tertumpah kan.. dengan tenang wendy menjawab..aku ada dina..disetiap langkah kaki mu aku ada..aku tau dina kamu kemana dan dengan siapa,,karna aku selalu ada di hati kamu..dan sekarang aku datang untuk menjawab semua kegundahan hati kamu..aku mau jemput kamu..dengan mimpi-mimpi kita dulu dina..ini semua kulakukan untuk kamu, dan karna kamu aku mendapat semua ini... aku mau kerumah kamu dina..mau ketemu papah kamu..dan membuktikan janjiku pada nya... karna manusia pasti punya titik dmn i akan menumpuh kebahagian nya.... dan ini adalah bukti cintaku pada mu dira..cinta yang tulus...wendypun mengantar dina pulang kerumahnya dan,sangat terkejutnya mereka berdua karna kedatangan mereka disambut dengan hangat oleh keluarga dina.bagus wendy, kamu telah menepati janjimu,kata paph dina dengan banggaya om,saya kesini juga,ingin melamar dina,jawab wendy dengan lirihiya,baiklah,om restui tapi jangan sampai kamu mengecewakan dina ya,jawab paph dina dengan senyum sambil merestuinyamereka pun menikah dan mempunyai seorang anak,dan hidup merekapun bahagia untuk selamanya.Tamat

Sumber : Cerpen.Net

Thursday, 5 August 2010

CerPen_Kebingunganku Sendiri

0 comments
Kebingunganku Sendiri

PromediaStory's_Pertemuanku ini berawal dari perkenalanku kepada seorang cowok. Aku mengenalnya dari seorang kakakku. Awalnya sich, aku tak mempunyai perasaan apa pun. Tapi dengan seiringnya waktu, aku mulai menyayanginya. Panggil saja dia Boy.

Hari-harinya untuk mendekati aku, hanya beberapa hari saja. Setelah itu, Boy langsung mengungkapkan perasaannya kepadaku. Aku pun terkejut mendengarnya. Senyuman terus terpancarkan dari wajahku. Hingga suatu saat, dia akan berjanji akan menikahiku beberapa tahun kemudian. Apakah dia jodohku selama ini???.

Waktu terus berputar. Aku mulai mengenalnya lebih dalam. Dan hal yang mengejutkan buat aku, dia adalah seorang peminum. Walaupun tidak setiap hari, Boy melakukannya.Aku terkejut mendengarnya. Aku tak tau apa yang haruz aku lakukan sekarang. Aku terlanjur sayang dengannya. Kebiasaannya yang buruk, tak berpengaruh terhadap diriku. Boy tetap seorang boy yang ada dalam hatiku. Boy tetap boy yang sayang, peduli, dan perhatian kepadaku. 

Lima bulan telah kita lalui bersama. Semua cobaan bisa kita lalui. Dan Boy mulai menemukan dunianya sendiri. Bekerja di sebuah Bar tak semudah yang kita bayangkan. Kehidupan di dunia malam mulai dia jalani. Tak ada perubahan pada diri Boy. Tetapi ketakutanku mulai muncul. Aku tak tau, apakah ini hanya perasaanku saja?? Aku masih belum bisa menjawabnya.

Rasa sayangku tak akan pernah pudar. Siapa pun dia, aku tetap menyayanginya. Hanya 1 pintaku, jangan kecewakan aku, apa pun yang terjadi. Aku hanya takut, jika suatu saat aku dan Boy menjadi sebuah keluarga, dia tak bisa mengontrol hidupnya yang berada di dunia malam.
Apa yang harus aku lakukan sekarang?? Aku tak tau, aku harus berbuat apa?? Aku bingung…
Hanya waktu yang bisa menjawab semuanya.

Sumber : Widya Arie Pranatha_Surabaya

CttPinggir : Semoga Engkau Segera Mendapat Apa Yang Menjadi Harapanmoe                   

Pasang Iklan Gratis